Barang-barang Apa yang Kubawa Pada Keberangkatan Pertama ke Saudi? (Catatan Mahasiswa Baru)

Bismillah.. Dek, ini adalah catatan yang kususun saat persiapan keberangkatan angkatan 2018 dulu. Mungkin banyak sekali catatan perubahan yang harus ditambahkan akibat pandemik (2020-2022). Poinnya aku ga mampu sampaikan secara aktual, karena kebijakan dan kebutuhan pas pandemik itu berubah-ubah terus. 

Jadi pastikan kamu membuat catatan mandiri yang paling mutakhir terkait berkas-berkas administrasi selama pandemik. Aku yakin PPMI akan arahkan antum dengan baik terkait ini. 

Masih terkait pandemik, aku juga sarankan kamu bawa masker medis sekali pakai 1 kotak (isi masing-masing 50 buah) untuk persediaan awal, yang selanjutnya kamu beli stok di sana. 

Setiba dan selama perjalanan ke Saudi, ikuti protokol kesehatan yang sedang berlaku selama di sana  dengan baik. Jaga kesehatanmu. Semoga Allah menjagamu.


Ardhana and the gank di KAU, Jeddah. 
Gak lama setelah mereka mendarat dan dapat kamar di Asrama.

KETENTUAN BAGASI PENERBANGAN INTERNASIONAL – start dari Soekarno Hatta, Terminal 3) 

Kapasitas Bagasi: 2 x 23 kg (SAUDIA AIRLINES)

1. Bagi barangmu, masing-masing menjadi 3 (tiga) bagian. 3 (tiga) bagian itu adalah: 2 (dua) koper yang akan ditaruh di bagasi dan 1 (satu) tas yang dibawa ke kabin. Bagasi letaknya di bagian bawah pesawat. Kita tidak akan menemukan tas bagasi hingga kita mendarat di Saudi. Sedangkan, kabin adalah ruang tempat kita duduk dan beraktifitas selama di pesawat.

2. Buat barang bawaanmu menjadi simpel dan sederhana. Tidak ada kresek-kresek di luar... Tidak ada kardus di luar... Tidak ada perintilan lain di luar. Semua harus masuk 2 (dua) koper dan 1 (satu) tas kabin ini.

3. Dua koper ini, masing-masing beratnya maksimal 23 kilogram. Dan tas kabin maksimal 7 kilogram. Jadi total yang dibawa ke Saudi 23+23+7 kilogram.

4. Tidak diperkenankan berat bagasi dipecah dengan kombinasi selain ketentuan di atas. Misalnya karena total berat bagasi 23+23 = 46, maka salah satu dari Antum (kalian) seenaknya membuat kombinasi 30+16 = 46. Hal ini salah dan orang tersebut akan tetap mendapatkan denda bagasi, karena satu koper berat maksimal hanya 23 kg.

Kabin, Bawaan dan Durabilitas

5. Seluruh dokumen perjalanan, dan berkas penting seperti Ijazah, Akta Lahir, atau identitas diri, Tidak ada yang boleh ditaruh di tas bagasi. Semua berkas wajib diletakkan di dalam tas kabin 7 kg bersama dompet, tiket dan passport. 

6. Jangan membawa cairan di dalam tas kabin melebihi 100 ml/kemasan. Karena akan disita.

7. Semua koper dalam bagasi pasti dibanting berkali-kali selama proses perjalanan. Hindari membawa barang pecah belah atau balut barang yang rapuh memakai handuk atau pakaian dengan baik.

8. Tiba di Soekarno Hatta, tidak boleh ada lagi yang titip-menitip barang. Semua sudah rapi Dan siap berangkat.

9. Selama transit dan proses chek in, bergeraklah dengan berkelompok. Hindari melakukan aktifitas dengan sendirian. 

10. Camaba (Calon Mahasiswa Baru) dilarang untuk membantu membawa barang titipan di Bandara dari orang yang tidak dikenal, apapun alasannya. Bahkan Apabila alas kakimu hilang diambil orang kemudian ditawarkan hadiah alas kaki (sepatu/sandal) pengganti, dari orang tidak dikenal pun tidak boleh.


ESTIMASI BARANG – BARANG YANG DIPERLUKAN

Kebutuhan barang-barang yang dibawa, disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing. Namun rincian barang yang disarankan, antara lain:


1.       Koper

Pilih koper yang berkualitas baik dengan standar untuk keperluan safar internasional yang diharapkan bisa awet selama 5 tahun kedepan.

Kisaran harga Rp. 800.000 – Rp. 1.200.000. Membeli koper mahal namun awet dipakai beberapa tahun, jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli koper murah namun rusak dalam satu kali perjalanan. Kasus paling umum yang terjadi pada koper murah di penerbangan Jakarta-Saudi, antara lain: Pecah rodanya, patah pegangannya, jebol jahitannya karena overload barang.

 

Koper ukuran terkecil (20 inch) adalah satu-satunya koper yang diperbolehkan memasuki kabin. Dan sekali lagi, diingatkan bahwa total berat barang yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin hanyalah seberat 7 kilogram menurut regulasi.

Sehingga kombinasi ideal maksimal dari penerbangan internasional ini adalah: Dua koper bagasi (masing-masing berukuran diatas 20 inchi dengan berat maksimal masing-masing 23 kg) dan satu koper/tas kabin (maksimal 7 kg).


2.       Uang tunai

Setibanya di Universitas, Mahasiswa tidak langsung otomatis mendapatkan uang beasiswa bulanan. Untuk berjaga-jaga, bawalah uang minimal senilai 400 SR untuk dua bulan pertama di Perantauan (Jika lebih, maka lebih baik. Terkhusus kamu harus segera beli kartu perdana baru di sana). Uang dapat ditukarkan di Saudi maupun Indonesia. Meski Harga Rupiah lebih bagus di Saudi, namun kami sarankan agar kamu telah memiliki uang real sejak sudah di Indonesia. Pecahan tunai yang bisa diterima jika menukarkan uang real ke rupiah, biasanya hanya pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000,-

Kurs 1 SR (Tahun 2018) setara Rp. 3800. 400 SR = Rp. 1.5 juta s.d Rp 1.7 Juta; 


3. Roaming Data dari Kartu Indo (XL, Telkomsel, dll)

Beli paket data dari Indonesia sebelum terbang. Estimasikan penggunaannya untuk 4 pekan. Terkait berapa gigabyte, itu tergantung kebutuhanmu. Karena kalau kamu mau beli kartu perdana di Saudi, kemungkinan menunggu iqomah (kartu tanda mukim) sudah terbit.  Perdana 100 real (400ribu) di Saudi dapat 20 GB (rekomendasi saya STC). Mending roaming dari Indo dulu kan? Lebih murah dikit.

 

4.       Pas Foto

Cetaklah pas foto berbagai ukuran (3cm x 4cm, 4cm x 6cm, 2x2 inchi atau 5,1x5,1 cm2) beberapa lembar. Karena jasa cetak foto di Saudi cukup mahal. Abang-abangmu bawa sampai 30 Lembar. Coba usahakan latar putih ya. Siapin juga softcopy biar ga repot dan tinggal cetak digital di sana kalau butuh.


5.       Tas Punggung dan Tas Samping (slempang).

  • Tas Punggung. Bisa sebagai tas kabin 7 Kg. Bisa juga disimpan di koper bagasi.
  • Tas samping. Semodel dengan tas laptop. Fungsinya untuk membawa kitab-kitab ketika dirosah/halaqoh di luar kampus. Cari yang simpel, enak dibawa dan menghemat tempat ketika di pesawat, tas jenis ini bisa dimasukkan ke koper.


6.       Pakaian

Kebutuhan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing.

Rincian pakaian yang direkomendasikan dibawa, antara lain:

  • Kaos dalam putih saat pemakaian jubah. Minimal 3-4 stel.
  • Kaos santai bebas. 3 potong cukup.
  • Jubah favorit, Secukupnya. Sisanya beli di Saudi.
  • Kemeja/Batik/Koko. 1 atau 2 saja. Karena keseharian antum memakai Jubah. Kemeja atau Batik ini, biasa kita pakai saat acara resmi KJRI atau KBRI.
  • Celana sirwal dan celana santai (ujung di bawah lutut). 3-5 stel. Secukupnya.
  • Celana panjang gelap/celana formal bukan slim fit. Satu atau dua. Jangan banyak-banyak. 
  • Celana training untuk olahraga/futsal.
  • Celana dalam, sesuai kebutuhan masing-masing selama sepekan. Satu kali sepekan antum cuci.
  • Kaos kaki 2-3 pasang. (bisa juga dibeli di Saudi)
  • Sepasang sandal. Dipersilahkan membawa satu pasang lain sebagai cadangan. Sandal yang dijual di Saudi rata-rata kurang nyaman dipakai.
  • Sepatu, silahkan. Tapi di Saudi (kampus-kampus di Madinah, Jeddah dan Qassim) mahasiswa tidak wajib bersepatu ketika jam kuliah.
  • Sepatu olahraga (misalnya sepatu futsal, sepatu basket, sepatu lari) dan kaus olahraga (jersey, dll).
  • Baselayer (pakaian atas lengan panjang yang menyerap keringat dan melindungi  pergelangan dari sinar matahari saat musim panas, menebalkan lapisan pakaian di bagian bawah saat musim dingin)
  • Sarung. Bawa dua-tiga buat selimut atau sholat Sunnah di kamar saat tidak memakai jubah.
  • Jaket, Dua jenis jaket: Jaket untuk safar/gaul dan jaket tebal ketika masuk musim dingin. Cuaca di Saudi sangat berbeda dengan di Indonesia, suhu saat soifiyah (musim panas) mencapai 50 derajat celcius dan di syita (musim dingin) 6 derajat celcius. Usahakan bukan jaket yang memiliki tulisan di bagian belakang, karena dapat menggangu konsentrasi Jama’ah sholat di belakang antum.
  • Sweater dan kupluk kepala. Digunakan saat musim dingin.
  • Kacamata Hitam/Sun Glasses kualitas baik (Beri patokan dengan harga di atas 100 ribu. apabila harganya kurang dari itu, lensanya jelek, hanya akan menghalangi pandangan antum dan merusak mata). Kacamata hitam ini tidak wajib. 
  • Masker kain, secukupnya. (Selain Masker sekali pakai yang disampaikan pada bagian depan tulisan)
  • Dan Lain-lain. Disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing


7.       Pelembab dan Alat Mandi

  • Mahasiswa Baru agar membawa Vaseline dan Lipbalm (Pelembab Bibir). Bawa masing-masing satu dan selanjutnya beli di Saudi. Vaseline dan lipbalm sangat penting karena pekan pertama di Saudi, kulit kalian (bibir, tumit, dll) akan mulai pecah-pecah dan perih karena harus beradaptasi dengan cuaca di Saudi yang sangat kering. Pembiaran kulit yang pecah akan membuat kulit luka. Pecahnya kulit dan bibir ini bisa berlangsung berbulan-bulan. Vaseline dioleskan untuk permukaan kulit yang mulai pecah/rusak atau sebagai olesan pencegah rusak di bagian tumit, siku dan bibir).

  • Lotion Pelembab (untuk permukaan kulit lain yang belum rusak/pecah) Selain Vaseline dan lipbalm di atas, di Indonesia juga banyak Lotion beraroma yang bisa jadi pengganti parfum dengan wangi yang ringan. Pokoknya jangan remehkan Vaseline, Lipbalm dan Hand/Body Lotion. Karena pada Dingin maupun Panas, udara Saudi itu sangat kering dan mudah merusak/mengeringkan kulit orang Indonesia yang lembab.
  • Sabun. Dapat berbentuk batang atau cair. Bawa satu kemasan saja untuk pemakaian awal dan selanjutnya beli di Saudi. Pembelian peralatan mandi di Indonesia, bertujuan sebagai pemakaian di pekan-pekan awal saja selama di Saudi. Sabun indonesia formulanya tropis, jadi kurang cocok dengan iklim di Saudi yang kering. Di Saudi antum akan jarang mandi. Dua-tiga kali dalam sepekan, khususnya hari Jum’at.
  • Pasta Gigi, Agar beli satu yang besar sekalian.
  • Sikat gigi, jangan lupa cadangan.
  • Shampo, kamu akan jarang mandi. Satu aja, sesuai selera.
  • Handuk, siapkan cadangan juga.
  • Sisir, Pencukur Kumis dan Bulu Kemaluan.
  • Pemotong Kuku;
  • Peniti. Dua atau tiga buah. Tidak butuh banyak;


8.       Aksesoris Lain

  • Universal travel adaptor atau Colokan Conventer. Karena di Saudi colokannya tipe 3 lubang. Cukup bawa satu buah sebagai pemakaian pekan pertama dan ini sangat penting. Selanjutnya kebutuhan lain dapat dibeli di Saudi.


Colokan tipe B dan G yang ada di Saudi


Universal Travel Adaptor (Beli 1 di Indonesia)

  

Kabel Perpanjangan (Perlu. Tapi bisa beli di Saudi)

Colokan T (Bakal bermanfaat)


  • Setrika (watt/voltage di Saudi sudah sesuai dengan watt/votage Setrika yang beredar di Indonesia). Pastikan Setrika dibalut dengan aman pada tas bagasi, dipersiapkan untuk mendapatkan benturan.

  • Seprai ukuran Kasur bujangan (single size) dan sarung bantal. Di Saudi tidak ada guling, Jika ingin membawa guling, agar membawa guling bungkus plastik yang sudah dikompres udaranya (Guling kompres banyak di toko). 
  • Hanger baju kawat (bukan plastik) 6 buah. Tidak perlu banyak karena setiap antum selesai melaundry di Saudi, selalu mendapatkan hanger. 6 buah sebagai pemakaian awal supaya jubah antum tidak lecek lagi setelah disterika.


9.       Alat tulis

  • Pulpen Biru (wajib dimiliki pada masa pemberkasan awal di Universitas). 
  • Pulpen Hitam (stok aja).
  • Klip kertas 1 kotak. Segel kotak kemasan dengan selotip kecil agar tidak pecah keluar. Masukan ke dalam bagasi. 

  • Pensil 2B yang belum diraut atau 2B mekanik beserta stok isinya, ini dipakai nanti kalau hendak ikut tes berbasis computer. Sampai sana kalau ga ada rautan, kamu gunakan pisau aja untuk menajamkan. Pensil 2B di sana jelek-jelek.
  • Binder atau Buku Tulis untuk catatan, bisa dibeli di Saudi.
  • Dan selanjutnya, selain Buku Tulis, agar melengkapi seluruh alat tulis (solatip, double tip, stabilo, sticker, label, post it, dll)  sejak di Indonesia. Karena di Saudi kualitas alat tulis kurang memuaskan Begitupun harganya yang lumayan mahal. Masukan ke dalam tempat pensil.
  • Selain mushaf Al Qur’an milik pribadi, Disarankan untuk tidak perlu membawa kitab/buku berbahasa Arab apapun. Karena semua itu (Kitab Arab) didatangkan dari Saudi. Tapi satu atau dua, boleh.
  • Ikhwah ditekankan agar membawa beberapa buku pribadi (berbahasa Indonesia atau bahasa lain) favoritnya. Minimal 1 buah.
  • Kamus. Tidak perlu membawa yang tebal. Cukup membawa yang saku jika dibutuhkan. Menurut pendapat kami, membawa kamus Indonesia <-> Arab, sudah tidak relevan kebutuhannya untuk Mahasiswa Baru, karena sudah tergantingkan fungsinya dengan aplikasi kamus pada ponsel. Namun hal ini tetap dikembalikan ke masing-masing kebutuhan pelajar. Adapun Mu’jam Wasith ataupun Qamus Muhith bisa dibeli di Saudi dengan cetakan yang lebih bagus dari yang beredar di Indonesia.


10.       Makanan

  • Bawalah sambal sachet atau kemasan, lauk-lauk kering tahan lama SEBANYAK MUNGKIN. Simpan dalam bagasi dan pastikan kemasan tidak rusak selama perjalanan.
  • Bekal Sambal ini amat penting. Membantu meningkatkan selera makan selama berada di Saudi. Macam-macam sambel yang dapat di bawa: Sambel buatan sendiri yang dikemas rapi, praktis dan tidak bocor, Sambel terasi sachet ABC/Uleg/Indofood, Saos, Cabe kering, bubuk cabai, sambel kacang instan, petis.
  • Tidak jarang ada perkelahian antara thulab Indonesia karena perebutan sambal dan bumbu.
  • Usahakan kalau membawa bahan terasi mentah. Balut dan bungkus dengan baik. Karena baunya amat pekat dan mengganggu jika ga sengaja pecah saat proses safar.
  • Pastikan kemasannya lain juga, antum lindungi dengan baik sehingga tidak menimbulkan bau atau pecah di koper bagasi.
  • Adapun lauk-lauk kering rekomendasi selain sambal yang dapat juga dibawa antara lain : Kering tempe, Kering kentang, Snack ringan, Bawang goreng, Abon Srundeng, Kripik belut, Rendang, atau apapun itu sesuai selera masing-masing dan awet tahan lama tentunya.


11.   Obat-obatan pribadi.

  • Disamping obat pribadi, bawalah tambahan satu jenis obat untuk penanggulangan demam, seperti paracetamol; Obat diare bagi yang sering mencret; Obat Maag; Dan persediaan Antimo untuk yang sensitive terhadap mabuk perjalanan darat;
  • Bawalah kemasan sachet Tolak Angin/Antangin untuk mencegah flu. Selipkan 2-3 Sachet di tas kabin, bisa diminum setelah beberapa jam di atas pesawat. Sisanya simpan stok yang banyak untuk persediaan di Saudi.
  • Minyak kayu putih, telon, minyak pijat dan koyo tidak ditemukan dengan mudah di Saudi. Agar dapat membawanya dari rumah.
  • Perban dan Antiseptik untuk luka disediakan di klinik kampus. Namun tidak salahnya kita membawa Kapas, Cottonbud, Hansaplast dan Betadine untuk penggunaan pribadi.


12. Herbal Konsumsi Standar (Bagi yang terbiasa)

 Di Saudi cukup sulit ditemukan Habbatussauda yang sudah berbentuk kemasan kapsul dan bermerk, Maka ikhwah yang terbiasa meminum ini, untuk membawa sendiri dari Indonesia. Prioritaskan herbal-herbal yang sudah jadi kebiasaan. Untuk herbal cair seperti minyak zaitun atau madu, pastikan kemasan tidak meledak atau bocor di koper bagasi. Madu dan Minyak Zaitun bisa dibeli secukupnya di Indonesia, untuk selanjutnya dapat mudah ditemukan di Saudi.


BAGASI INTERNASIONAL VS BAGASI DOMESTIK

Apakah kebijakan bagasi bagi domestic dan Internasional sama? 

Jawabannya adalah: Tidak sama. 

Kita ambil contoh penerbangan Makassar -  Jakarta  - Saudi.

Penerbangan Jakarta – Saudi (dalam hal ini mengambil kebijakan maskapai Saudia) menggunakan rumus yang telah dijelaskan di atas (23+23) kg bagasi + 7 kg kabin. Namun Makassar-Jakarta harus menggunakan perhitungan penerbangan Domestik Maskapai Indonesia, dan jatahnya pun adalah jatah Bagasi Domestik.

Dimana, sebagai contoh Garuda Indonesia: Bagasi 20 kg dan Kabin 7 kg. 

Jika bagasi 46 kg dari Makassar, maka penumpang dikenakan kelebihan bagasi (over baggage) sebanyak 26 kg memakai garuda Indonesia.


Lantas apa yang harus dilakukan?

Jawabannya adalah:

Membeli bagasi jauh sebelum Hari Keberangkatan pada tiket domestik.

Kita harus bisa membedakan antara membeli bagasi dan denda kelebihan bagasi.  Penjelasan perbedaan:



Kapan batas akhir saya harus sudah tiba di Bandara?

Pada hari H di penerbangan Internasional. 

Camaba (Calon Mahasiswa Baru) harus sudah berada (batas akhir)  di boarding lounge untuk menaiki pesawat 45 menit sebelum jadwal lepas landas (take off), 

Sudah memasukan bagasi di counter chek in selambat-lambatnya 90 menit sebelum lepas landas (take off), sudah berada di depan counter chek in untuk melapor diri idealnya adalah 3 jam sebelum lepas landas (take off), waktu ideal berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta selama pandemik ini adalah 6 jam sebelum lepas landas (take off) untuk mulai melakukan antrian berkas kesehatan, karantina, imigrasi, tiket dan bagasi.

Sebagai contoh :



Kebijakan Pengemasan Power Bank, Laptop dan Sepeda

Produk Power Bank yang beredar di Indonesia, rata-rata aman dibawa; Power Bank ditaruh di tas dalam Kabin (Dilarang ditaruh di Bagasi); Nantinya Power Bank tidak diperkenankan untuk digunakan selama penerbangan;

Laptop. Pada beberapa pos keamanan, Laptop wajib dikeluarkan dari tas. Oleh karena itu bawalah laptop di dalam tas kabin dengan posisi yang mudah dikeluarkan pada saat melewati X-Ray. Batrai Laptop tidak perlu dilepas dan dipisahkan selama penerbangan (mirip dengan kebijakan powerbank, jangan taruh segala macam batrai di bagasi);

Sepeda. Membawa Sepeda tidak direkomendasikan selama pandemik, karena kalian harus melalui fase karantina di Jeddah/Riyadh sebelum lanjut ke Kota Tujuan (misalnya Madinah). Dan itu perjalanannya akan repot sekali. Kalau saat masa safar antum kondisinya sudah kondusif untuk bawa sepeda, maka: 

Kemaslah sepeda dalam kemasan kardus yang tertutup rapi. Jatah berat sepeda diambil dari salah satu jatah tas bagasi (23 kg). Kempeskan ban, keluarkan seluruh udaranya. Jika sepeda memiliki satu kesatuan dengan sebuah botol air minum, pastikan isi botol air tersebut juga kosong. Jangan selundupkan barang tambahan apapun di dalam bungkus/kardus sepeda tersebut selain paket sepeda itu sendiri. 


Passport dan Iqomah

Dek, Passport jangan sampai rusak. Senior kamu ada yang taruh passport di dashboard mobil, terus kertasnya mencair karena Panas. Passport itu bukan punya kamu, passport itu punya negara. Jadi tolong dijaga.

Nanti kalau Iqomah udah terbit, langsung scan dan taruh di email, gdrive atau cloud (Jangan Cuma di WA, kalau hape hilang, memori WA juga hilang). Kamu akan punya masalah BESAR kalau iqomah hilang dan ga punya scannya. Begitu pula dengan dokumen administrasi lain.


Bagaimana cara saya menjaga kesehatan selama di perantauan?

  • Tidak bergadang (Istirahat yang cukup);
  • Minum air putih yang banyak. (Konsumsi Gula/Minuman Manis orang Saudi itu masuk level GILA. Jangan diikuti kalau ga mau diabetes/Obesitas sepulang ke Indo. Hindari pilihan minuman soda dengan pemanis yang sangat banyak beredar);
  • Tidak melewatkan setiap kesempatan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan (harganya mahal);
  • Tidak melewatkan kesempatan untuk berolahraga;
  • Hindari terik matahari langsung yang terlalu lama (siapkan sunglasses dan pelembab untuk kulit yang pecah)
  • Memakai pakaian yang sesuai dengan musim;
  • Makan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit;
  • Membawa obat-obatan yang dibutuhkan (untuk yang sering sakit dan memiliki penyakit bawaan);


CATATAN LAIN


  1. Dek, dalam menuntut ilmu: senantiasa luruskan niatmu dan tolong dijaga semangatnya.
  2. Jadikan ilmu yang engkau dapatkan di sana melekat pula pada akhlak dan kepribadianmu. Jangan sombong.  Allah ga suka orang sombong.
  3. Berpakaianlah dan berpenampilanlah yang rapi. Karena Muru’ah di Saudi dijunjung tinggi.
  4. Orang-orang di sana (Orang Saudi, Shodiq, Thulab Negara lain, Senior Indonesia) bukan malaikat. Ga semua yang mereka lakukan itu baik. Kamu udah cukup dewasa untuk bisa memilah mana yang bisa dicontoh, mana yang perlu dibuang. Kamu udah cukup dewasa untuk bisa bersabar menghadapi ruwet dan berantakannya sistem administrasi di sana. Kamu udah cukup dewasa untuk menjaga harta dan jiwa kamu, jangan pecicilan, teledor dan ceroboh di perantauan.
  5. Sejelek apapun kinerja PPMI/Mandub, jangan pernah ngeluh atau ikut meng-ghibahkan mereka. Tugas mandub itu ga mudah. Kalau kamu ga bisa bantu, maka jangan malah jadi beban. 
  6. Selektif dalam mencari Kawan. Cari Kawan yang dengan memandangnya, mengingatkan kamu untuk terus meluruskan niat mengenai mengapa kamu merantau kesana. Carilah kawan yang sholat shubuh jama’ahnya ga telat. Cari kawan yang karakternya mudah dan lemah lembut. Carilah kawan yang setelah kalian akrab, dia tidak segan untuk menegur kamu jika kamu salah.
  7. Kalau ada temanmu sakit atau dapat musibah, jagain dia. Meski dia ga bisa balas kamu dengan kebaikan serupa. Cukup Allah yang balas.
  8. Untuk Mahasiswa Baru UIM, Ingat-ingat terus terkait dalil keutamaan Masjid Nabawi. Kesempatan kamu dekat dari sana cuma sebentar. Antusiaslah ikut halaqah ilmy atau sholat di sana. 
  9. Oiya, jangan tunda kesempatan pertamamu untuk Haji atau Umroh. Angkatan 2017 ada yang menunda Haji hingga 2020. Qadarallah ada pandemik, Ia akhirnya belum haji juga hingga sekarang (lulus). Padahal kesempatan kuliah di Saudi itu adalah kesempatan Haji.
  10. Dek, yang mumtaz ya IPKnya. Dan persiapkan diri untuk memastikan kamu punya kursi di Dirosat Ulya. Persiapkan seleksi masuk Magister S2 sejak tahun ketiga kamu di sana.

Ga usah buru-buru “pulang” ke Indonesia…


Bang Ardi

130121


Komentar