Pakistan: Admission Open for International Islamic University of Islamabad.

Republik Islam Pakistan



Admission Open for International Islamic University of Islamabad.

File Submission: 09 Desember 2022.

Sebagai gambaran biaya kuliah, profil kampus, dll bisa menyimak booklet Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berikut: Booklet Pakistan 2022

Narahubung

Whatsapp Putra: Arif Dwi Darmawan (klik di sini)
Whatsapp Putri: Syifa Nur Fatimatul Aziza (klik di sini)

Silahkan ikuti akun Instagram PMB PPMI Pakistan pada link https://instagram.com/pmb.ppmi.pakistan

Wesbite


Mengapa Pakistan Istimewa? 

Video yang menggambarkan bagaimana orang pakistan memperlakukan tamu.
Pakistan telah masyhur menjadi negara tempat Mahasiswa Indonesia melanjutkan pendidikan tingginya, karena Kualitas Pendidikan Islam yang baik, biaya kuliah dan hidup yang murah, Warga Asli Pakistan yang sangat ramah dan dermawan kepada tamu negara asing, serta merupakan Negara 4 musim yang sangat indah.

Sejarah Kemerdekaan Republik Islam Pakistan

Nama Pakistan berarti tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Pakistan memperoleh kemerdekannya dari imperialisme Inggris pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari Inggris di bagian barat dan timur wilayah Kerajaan Britania RayaKemaharajaan Britania (daerah India, Pakistan dan Bangladesh) yang didominasi oleh Islam.
Sejarah Republik Islam Pakistan tidak bisa lepas dari Profil dan Kemerdekaan wilayah Kemaharajaan Britania.

British Raj (India Britania / Kemaharajaan Britania)

Kemaharajaan Britania pada tahun 1936

Jika Indonesia pada masa penjajahan disebut dengan wilayah Hindia Belanda, Maka India, Pakistan dan Bangladesh sebelum memiliki kemerdekaanya disebut dengan Hindia Britania.

Hindia Britania / Kemaharajaan Britania membentang di hampir semua wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh saat ini, kecuali pada kepemilikan kecil oleh negara-negara Eropa lainnya seperti Goa dan Pondicherry. Daerah ini sangat beragam, berisi pegunungan Himalaya, dataran banjir yang subur, Dataran Indo-Gangga, garis pantai panjang, hutan kering tropis, dataran tinggi kering, dan gurun Thar.
Secara umum, istilah "Hindia Britania" telah digunakan (dan masih digunakan) untuk merujuk pula pada daerah-daerah di bawah kekuasaan Perusahaan Hindia Timur Britania di India pada tahun 1600-1858. Istilah ini juga telah digunakan untuk merujuk pada "Britania di India".
Istilah "Kerajaan India" dan "Kekaisaran India" (seperti istilah "Kerajaan Britania") tidak digunakan dalam konstitusi wilayah. Meskipun pada saat itu, paspor yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Britania memiliki kata-kata "Kerajaan India" di sampulnya dan "Kekaisaran India" di bagian dalam.
Kekuasaan Hindia Britania melingkupi lebih dari 175 wilayah kerajaan-kerajaan kecil, beberapa yang terbesar dan paling penting, dilaksanakan (atas nama Kerajaan Britania) oleh pemerintah pusat Hindia Britania di bawah naungan seorang Raja Muda.

Kronologis:

  • Hindia Britania / Kemaharajaan Britania berdiri sebagai wilayah jajahan Inggris pada 1857 sampai dengan 1947.
  • Pada tahun 1947, India Britania merdeka dari Inggris membentuk negara India dan Negara Pakistan (Barat dan Timur masih dalam satu kesatuan).
  • Dikarenakan perbedaan mayoritas pemeluk agama di beberapa wilayah, pada tahun kemerdekaan tersebut, bekas wilayah jajahan India Britania terpecah menjadi dua: India yang mayoritas hindu, Pakistan (Timur dan Barat) yang mayoritas Islam.
  • Kedua negara mengalami tiga pertempuran: Pertama, konflik Kashmir (Konflik ini menjadi titik pusat utama dari semua konflik). Kedua, Perang India-Pakistan 1971 dan ketiga Perang Pembebasan Pakistan Timur (Bangladesh), yang mengakibatkan pemisahan diri Pakistan Timur (kini Bangladesh). 
  • Negara Bangladesh lahir pada tahun 1971 yang wilayahnya merupakan Pakistan Timur.
  • Hingga saat ini konflik perebutan wilayah Kashmir antara India dan Pakistan masih berlangsung.

Profil Republik Islam Pakistan

sumber foto: Hey Karachi
Pakistan lahir sebagai negara Republik Islam pada tanggal 14 Agustus 1947 Negara Ini memiliki luas sekitar 881.913 kilometer persegi. Pakistan terdiri dari beberapa provinsi: Punjab, Balochistan, Sindh,  Khyber Pakhtunkhwa, Gilgit-Baltistan, Azad Kashmir dan Islamabad Capital Territory. Islamabad adalah ibukota Pakistan, yang terletak di bagian utara negara. Bahasa nasional adalah bahasa Urdu. 

Mengingat hampir semua penutur Bahasa Urdu adalah muslim, maka tidak heran jika banyak kata - kata dari Arab dan Persia yang terserap di dalamnya. Muslim (Sunni), Syiah, Ahmadiyah membentuk 97 persen dari total populasi kependudukan Pakistan.

Pada masa penjajahan Inggris demi menjembatani perbedaan antara Hindu dan Islam yang kerap meruncing pada masa itu, dipergunakanlah istilah Hindustani . Akan tetapi, sejak terpecahnya India dan Pakistan pada tahun 1947, istilah Hindi dan Urdu diperkenalkan kepada dunia. 

Penutur bahasa urdu terkonsentrasi di Pakistan dan di negara India yang menyebar di tempat kaum muslim india berada, seperti di negara bagian Jammu Kasmir, Uttar Pradesh dan kota Hyderabad, Andhra Pradesh. Meskipun sama - sama Urdu, tetapi Urdu Pakistan dan Urdu India tidak sama. Di India, semakin ke selatan Bahasa Urdu tersebut semakin membaur dengan Hindi dan banyak menyerap kata Sanskrit. 
Populasi Muslim di India, tersebar di wilayah Utara (Kashmir) Timur Laut dan Barat Daya

Sejumlah bahasa daerah juga digunakan pada berbagai bagian negeri di Pakistan. Bahasa yang digunakan pada bidang pendidikan adalah Bahasa Urdu dan Inggris. Bahasa Urdu digunakan secara umum dan harian di Pendidikan Dasar. Bahasa Inggris dominan digunakan dalam pendidikan tinggi dan profesional, terutama dalam bidang sains ilmiah dan bidang teknik. Bahasa Inggris juga digunakan secara luas untuk hukum, urusan bisnis, dan kebutuhan komersial di negeri ini. Adapun Bahasa Arab digunakan pada proses perkuliahan bidang Agama Islam di kampus-kampus jurusan Islam, seperti IIUI. 


Pendidikan Islam di Pakistan

Pakistan adalah bangsa muslim terbesar kedua di dunia (setelah indonesia). Etnis pakistan berasal dari lima kelompok yakni: Punjabi, Sindhi, Pathan, Baluch serta Muhajir (Imigran berbahasa Urdu dan India sebelum perpecahan). 
Dengan penduduk 200 juta orang (2022), Mayoritas orang Pakistan 180 juta (87%) adalah Muslim Sunni. Pada umumnya adalah kaum Muslim Sunni Pakistan menganut Mazhab Hanafi, meskipun minoritas kecil pengikut Mazhab Hambali.

Kemudian 19an juta (10%) penduduk Pakistan adalah syiah Istna ‘Asya’ariyah yang terdiri dua belas Imam. Sekte Syi’ah termasuk Isma’illiyah, kebanyakan terdapat di Karachi, wilayah barat laut Gilgit, dan Bohoras, sedangkan markas spritualnya terletak di Bombay, India. Selain keduanya (Sunni dan Syiah), terdapat penganut Ahmadiyah (1-2 juta orang), Kristiani (1,3%) dan Hindu (2,1%) dan Persi (Majusi). 

Pendidikan di Pakistan dinaungi oleh Departemen Pendidikan Pemerintah Pakistan serta Pemerintah Provinsi, sedangkan pemerintah federal sebagian besar membantu dalam pengembangan kurikulum, akreditasi dan dalam pembiayaan penelitian dan pengembangan. Secara umum, negara menyediakan pendidikan gratis dan wajib untuk semua anak-anak usia 5-16 tahun.
Kualitas pendidikan Umum (Non Agama) di Pakistan memiliki kecenderungan menurun, salah satunya disebabkan oleh kekurangan guru dan laboratorium tidak memadai, kurikulum yang rusak, rendahnya kualitas guru, kecurangan dalam ujian dan ruang kelas yang penuh sesak. Namun, upaya perbaikan dan penyempurnaan sistem serta kurikulum untuk memenuhi kebutuhan nasional kerap selalu diupayakan (Ishfaq Ahmad 1998-11-21).



Delapan disiplin ilmu yang diajarkan pada sekolah formal yakni: Urdu, Bahasa Inggris, Matematika, Seni, Sains, Ilmu Sosial, Islamiyat dan terkadang studi komputer (tergantung ketersediaan laboratorium komputer). Bahasa provinsi dan regional seperti Punjabi, Sindhi, Pashto dan lain-lain dapat diajarkan di masing-masing provinsi, khususnya di sekolah-sekolah bahasa menengah.

Pendidikan umum di Pakistan sangat dipengaruhi oleh agama. Sebagai contoh, sebuah studi yang melibatkan guru-guru sains Pakistan menunjukkan, bahwa banyak tenaga pendidik yang menolak evolusi berdasarkan alasan keagamaan. Namun, kebanyakan guru-guru tersebut (14 dari 18) menerima atau mempertimbangkan kemungkinan evolusi organisme hidup, walaupun hampir semua Pakistan guru sains menolak evolusi pada manusia karena mereka percaya bahwa manusia tidak berevolusi dari kera. Meskipun banyak guru menolak evolusi manusia, semua setuju bahwa tidak ada kontradiksi antara ilmu pengetahuan dan Islam pada umumnya.


Pendidikan Agama Islam di Pakistan (Uzma Anzar, 2003: 14-15) terbagi kepada tiga kategori: 
  1. Quranic school. 
  2. Mosque Primary School. 
  3. Madrasah. 
Quranic school adalah sekolah dimana anak-anak belajar membaca Al-quran (baca: belajar iqra’). Tempat biasanya di masjid-masjid atau mushalla desa. Waktu belajar tidak teratur dengan jelas. Ada yang pagi, siang dan sore. Ustadz yang mengajar biasanya berasal dari desa tersebut. 

Kedua sekolah dasar masjid, yaitu masjid dijadikan tempat belajar bagi anak-anak yang sudah berumur 7 tahun ke atas. Inisiatif ini resmi dilakukan oleh pemerintah Zia-ul-Haq pada tahun 80an untuk mengatasi minimnya tempat belajar di pedesaan disebagian tempat di Pakistan. Selain belajar Al-quran mereka juga diajarkan oleh imam masjid setempat mata pelajaran bahasa urdu dan matematika. Namun pendidikan ini sering terkendala disebabkan para imam jarang yang menguasai bahasa urdu dan matematika dengan baik, yang akhirnya kebanyakan sekolah gulung tikar. Sekarang jumlah Mosque Primary School diseluruh Pakistan sekitar 25.000 buah sekolah. 

Dan yang terakhir adalah madrasah. Madrasah di Pakistan berbeda dengan pesantren di Indonesia. Di Indonesia para santri tidak diwajibkan untuk manghafal Alquran seluruhnya, kecuali pesantren tersebut pesantren hifzul Alquran. Berbeda dengan di Pakistan, madrasah mewajibkan kepada murid-muridnya untuk menghafal Al-quran 30 juz sebelum belajar materi-materi lain. Karena al-quran merupakan asas bagi pelajar yang ingin mendalamkan ilmu agama. 

Ada empat aliran besar pemikiran (school of Thought) di madrasah Pakistan: Deobandi, Barelwi, Ahli Hadith, dan Salafi. Tiap-tiap aliran pemikiran ini mempunyai metode pembelajaran yang berbeda. Tapi, Deobandi dan Barelwi adalah dua pemikiran yang paling dominan di seluruh madrasah Pakistan.
Komunitas Syiah pun memiliki Madrasah tersendiri. 

Madrasah memainkan peranan penting karena mampu melestarikan nilai Islam, melatih banyak generasi ulama dan fungsionaris Islam. Madrasah di Pakistan mengajarkan kurikulum yang disebut dar-i-nizhami, yaitu sebuah mata pelajaran standar bagi semua madrasah sunni di India, Pakistan, dan Bangladesh. Kebanyakan madrasah di Pakistan adalah swasta dan didukung oleh sumbangan dari masyarakat.


Selain madrasah, Masjid juga merupakan bentuk Lembaga pendidikan Islam di Pakistan. Jumlah masjid jauh lebih banyak dari total madrasah. Tidak seperti kebanyakan negara Islam di Timur Tengah, jaringan masjid dan madrasah di Pakistan beroperasi di luar kendali negara, serta memiliki otonomi yang besar. Di banyak kota yang tidak mempunyai balai rakyat, selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai forum diskusi masalah umum.


Sistem pendidikan umum di Pakistan umumnya dibagi menjadi lima tingkatan: primary /primer (kelas satu sampai lima), middle/tengah (kelas enam sampai delapan), high/menengah (sembilan dan sepuluh, yang mengarah ke Sekolah Menengah, Certificate atau SSC), intermediate/tinggi (kelas sebelas dan dua belas, yang mengarah ke Higher Secondary (Sekolah) Sertifikat atau HSC), program Pendidikan Tinggi atau universitas dengan gelar sarjana hingga doktoral.

Universitas Punjab mendirikan sebuah Departemen Islamiyat pada tahun 1950. Setelah itu berdiri berbagai perguruan tigggi lainnya, seperti universitas Sind, membuka fakultas sejarah dan kebudayaan islam pada awal tahun 1950-an. Pada tahun 1963 sebuah lembaga pendidikan didirikan lagi. Yang semula Madrasah lalu diubah menjadi Jami’ah Abasiyah. Dalam hal kurikulumnya lembaga ini dipengaruhi oleh universitas Al-Azhar, Mesir.

Pada tahun 1980, di kota Islamabad didirikan universitas islam internasional yang berupaya menyatukan sistem pendidikan keagamaan dan umum. Sangat dimungkinkan bahwa ide munculnya universitas Islam Internasional yang berarti Integrated curriculum yang diilhami oleh hasil konferensi pertama sedunia tentang pendidikan islam di Makkah pada tahun 1977.

Profil International Islamic University of Islamabad (IIUI)

International Islamic University Islamabad (IIUI) didirikan di Islamabad pada 11 November 1980 M. Bertepatan dengan 1 Muharam 1401 H. Dalam bahasa Pakistan biasa di sebut Baina el -Aqwam Islamic university atau Universitas Antar Bangsa. Universitas ini di bangun atas aspirasi dan hasrat Negara-negara muslim yang menginginkan terbentuknya sebuah Universitas Islam bersekala lnternasional sebagai simbol dari sebuah kebangkitan Islam Universal. Dimana program pendidikannya lebih diprioritaskan kepada Islamic Studies, dengan pendidikan modern yang berpijak pada Al qur'an wa As sunnah.
Dalam sistem pendidikan dan pengajaran IIUI menjadikan bahasa Arab dan lnggris sebagai bahasa pengantar. Ketika didirikan pada zaman pemerintahan jendral Zia-ul-Haq, IIUI belum memiliki kampus sendiri karena keterbatasan dana, maka pemerintah Pakistan saat itu memberikan tempat sementara untuk IIUI di pinggiran kota Islamabad menyatu dengan masjid Faisal (sebuah bangunan hasil arsitektur Mr. Veda Dolokey dari Turki). Masjid Faisal ini menempati area seluas 188,705 meter persegi dan dapat memuat 200 ribu orang. Sejak awal berdirinya hingga sekarang tak kurang 56 negara baik itu dari Negara muslim atau nonmuslim pernah menimba ilmu. 
sumber foto: dawn.com

Sejak tahun 2001 IIUI telah resmi menempati kampus baru (new campus) di kota Islamabad juga, namun kampus lama masih digunakan oleh Islamic Research Institute (IRI) dan Academi dakwah juga Syariah Academy. Tujuan didirikannya universitas ini adalah untuk mencetak individu dan masyarakat, yang siap mengabdikan diri dalam melakukan pembaharuan dalam segala bidang,dengan bingkai nilai dan spirit Islam yang tercermin dalam setiap pribadi pelajar, staf pengajar dan sistem pendidikan yang diterapkan. Sehingga yang menonjol dari sistem pendidikan di IIUI ini adalah penggabungan antara sistem pendidikan klasik (turats) dan modern. (sumber tulisan booklet PPMI Pakistan)

Fakultas dan Program Jurusan.

  1. Islamic Studies. Pilihan Jurusan; Aqidah dan Filsafat, Tafsir, Hadits, Perbandingan Agama, Dakwah, dan Tarikh (Sejarah Islam).
  2. Economics. Pilihan Jurusan; Economics, Islamic Economics, Islamic Banking and Finance.
  3. Management Sciences. Pilihan Jurusan: Marketing, Business Administration.
  4. Shariah and Law. Pilihan Jurusan; Shariah Islamiyah, Shariah and Law, Islamic Commercial Law, International Law, Ushul Fiqh.
  5. Social Sciences. Pilihan Jurusan; Politics and International Relation, Management of Education, Historical Studies.
  6. Language and Literature. Pilihan Jurusan; English, Arabic, Persian.
  7. Technology and Applied Sciences. Pilihan Jurusan; Computer Science, Software Engineering.
  8. Bahasa Arab. Pilihan Jurusan; Translation dan Bahasa Arab.
Sebagai gambaran biaya kuliah, profil kampus, pendaftaran, dll bisa menyimak booklet Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berikut: Booklet Pakistan 2022

Silahkan ikuti akun Instagram PMB PPMI Pakistan pada link https://instagram.com/pmb.ppmi.pakistan

Keunggulan Kuliah di Pakistan secara Umum dan IIUI secara khusus

  1. Kualitas Pendidikan Islam berskala Internasional yang baik. Kurikulum yang telah terakreditasi secara internasional. Universitas yang menerapkan kolaborasi dengan universitas-universitas asing ternama, dan banyak diminati pelajar asing dari berbagai negara. Universitas pertama di Pakistan yang kurikulumnya mengajarkan bidang ilmu-ilmu Islam, sains dan manajemen. Dilengkapi dengan institusi yang fokus pada bidang penelitian seperti Islamic Research Institute (IRI). Dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi perkuliahan dengan kitab-kitabnya.
  2. Tersedia halaqah-halaqah keilmuan luar kelas dari segala disiplin ilmu agama islam yang diisi oleh tenaga pengajar dari dalam dan luar negeri.
  3. Biaya Pendidikan dan Hidup yang relatif lebih murah dibandingkan negara-negara lain di timur tengah.
  4. Penduduk Asli yang luar biasa ramah kepada Tamu Asing seperti Mahasiswa.
  5. Alam Pakistan dengan 4 musim yang sangat Indah. Pakistan adalah negara yang tidak banyak dilirik sebagai tujuan wisata. Padahal negara di Asia Selatan ini memiliki pemandangan terbaik di dunia. Terlebih lagi, dari tempat ini, kamu bisa merasakan nuansa tropis dan empat musim sekaligus. Selain itu, keindahan Pegunungan Himalaya, suburnya pertanian dan aliran sungai terjernih di dunia, semuanya ada di Pakistan. Kamu yang suka alam dan tantangan wajib datang kesini. Pakistan akan membuatmu betah dan enggan untuk pulang.

Tantangan Kuliah di Pakistan secara Umum dan IIUI secara khusus

  1. Problem Keimigrasian. Tidak ada kepastian kapan NOC (calling visa) akan dikeluarkan. Keberangkatan anda akan tergantung dengan adanya surat NOC (calling visa) dari ministry of interior Pakistan. Masalahnya adalah tidak adanya kepastian waktu kapan surat tersebut akan dikeluarkan. Ada calon mahasiswa yang mendapatkan dalam 3 bulan, bahkan ada yang menunggu hingga 6 bulan lamanya. Akibatnya, ada sebagian calon mahasiswa yang mengundurkan diri karena ketidakpastian ini.
  2. Manajemen kampus yang kurang teratur. Orang Pakistan adalah termasuk orang yang sangat ramah dalam memuliakan tamu.  Tetapi hal ini tidak berlaku dalam manajemen kampus, misalnya ketika mengurus pendaftaran mahasiswa baru, mereka harus betul-betul menguras tenaga karena manajemen kampus yang kurang profesional.
  3. Pemadaman listrik bergilir. Pakistan dengan berbagai keindahan alamnya memang tidak bisa untuk dilewatkan. Adanya empat musim dalam satu tahun selalu memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa, baik bagi mereka yang tinggal di asrama ataupun non-asrama. Dengan suhu di puncak musim panas yang bisa mencapai 48-50 derajat C di siang hari, tentunya listrik begitu berharga untuk menghidupkan sepasang kipas angin dalam kamar. Lalu bagaimana jadinya jika tiba-tiba listrik padam dan udara panas begitu terasa ??
  4. Minimnya beasiswa. Mahasiswa tentunya menginginkan beasiswa baik itu beasiswa penuh atau tidak,  sehingga mahasiswa hanya memfokuskan diri untuk belajar tanpa memikirkan uang buku, kuliah, dan biaya kehidupan sehari-hari. Walhasil minimnya beasiswa di IIUI, sebagian mahasiswa harus rela membagi waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi serta bakat terpendam mereka agar bisa tetap belajar di Pakistan.
  5. Sebagian dosen yang menggunakan bahasa lokal dalam perkuliahan. Menjadi sebuah hal yang wajar jika mahasiswa paling banyak di IIUI adalah orang pakistan karena letak universitas di negeri ini. Maka, terkadang jika ada hal yang tidak difahami oleh mahasiswa pakistan, sebagian dosen pakistan akan menjelaskan dalam bahasa urdu. Sehingga mahasiswa asing hanya bisa menjadi penonton. Tetapi hal ini bukanlah masalah serius bagi anda yang ingin mempelajari bahasa lokal.
Sepuluh hal di atas adalah hal-hal yang sering dibanggakan dan dikeluhkan oleh sebagian mahasiswa Indonesia di IIUI. Semoga hal di atas bisa menjadi pertimbangan bagi anda yang ingin melanjutkan kuliah di IIU Islamabad, Pakistan.

Komentar