Turki: Negeri Persilangan Dua Benua. Apakah bisa menjadi destinasi tujuan untuk mempelajari Agama?


Turki: Negeri Persilangan Dua Benua. Apakah bisa menjadi destinasi tujuan untuk mempelajari Agama?

Turki atau Turkiye, secara resmi disebut sebagai Republik Turkiye (bahasa Turki: Türkiye Cumhuriyeti) adalah sebuah negara di kawasan Eurasia (Eropa + Asia). Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Laut hingga daerah Balkan di Eropa Tenggara. Laut Marmara yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah benua Eropa dan benua Asia, sehingga Turki dikenal sebagai negara transkontinental (negara di dua benua).

Turki adalah salah satu dari negara mayoritas Islam yang menganut paham sekuler. Di Turki urusan Agama terpisah dengan urusan negara dan pemerintahan. Sebagian besar penduduk Turki menganut agama Islam sunni dengan persentase sebesar 65% dari keseluruhan penduduk Turki. Sebagian kecil lainnya dalah kaum Syi'ah (5%) yang terdiri berbagai sekte. Sedangkan 13% adalah Muslim sekuler yang tidak mempedulikan antara sunni atau syiah pada identitas mereka. (sumber: wikipedia). Menurut survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian sosial Perancis: Ipsos, agama Kristen adalah agama terbesar non Muslim di Turki dengan persentase sekitar 2% dari keseluruhan penduduk Turki. Sebagian besar orang Kristen di Turki berasal dari denominasi gereja-gereja ritus timur. 7% dari penduduk Turki menyatakan dirinya Atheis, Kemudian 6% Agnostik (percaya adanya tuhan namun tidak percaya bahwa hanya ada satu-satunya agama yang benar) dan Agama lainnya sebesar 2%.

Turki secara resmi menyatakan diri sebagai negara yang menganut paham sekular. Hal ini tercantum dalam amendemen konstitusi negara Turki tahun 1924 Reformasi di Turki yang dipelopori oleh Mustafa Kemal Atatürk telah mengubah bentuk pemerintahan Turki menjadi Republik dan meresmikan pemisahan urusan agama dan urusan negara. Walaupun begitu, di Turki terdapat pendidikan agama di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah milik pemerintah dengan mata pelajaran yang diajarkan adalah pelajaran agama Islam Sunni. Masuknya pelajaran agama di sekolah-sekolah di Turki memicu kontroversi mengenai komitmen Turki sebagai negara sekuler. Keinginan Turki untuk bergabung dalam organisasi Uni Eropa tehambat akibat penolakan dari negara-negara Eropa lain yang mempertanyakan komitmen Turki dalam penegakan Hak Asasi Manusia di negaranya disamping alasan tersirat lain yang meragukan apakah sebuah 'negara muslim' seperti Turki dapat begabung dan menyesuaikan diri dalam Uni Eropa. Para politisi di Turki menyindir penolakan ini dengan menyebut Uni Eropa sebagai 'klub Kristen' yang sampai kapanpun tidak akan menerima Turki untuk bergabung sebagai bagian dari Uni Eropa.

Tradisi Tasawwuf atau Sufisme cukup populer di Turki. Berbagai tarekat (macam aliran dalam sufisme) berkembang di Turki. Sufisme kadang dipandang sebagai semacam sekte atau denominasi dimana pengikutnya pecara bahwa sufisme bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun jiwa dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Salah satu tokoh Sufisme Jalaluddin Rumi mengembangkan ajaran sufi di kota Konya di Semenanjung Anatolia, sekarang masuk wilayah kedaulatan negara Turki. Kota Konya juga dikenal sebagai pusat sufisme di dunia, di kota Konya pulalah tarian sufi pertama kali diciptakan.

Kaum tidak beragama di Turki.

Meski sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, keberadaan orang tanpa agama (Ateis atau Agnostisik) terbilang sebagai hal yang umum di Turki. Memetakan dan menghitung jumlah orang yang tidak mempercayai tuhan di Turki bukanlah perkara yang mudah, hal ini disebabkan oleh kategori 'tidak beragama' tidak diperhitungkan dalam sensus penduduk nasional di Turki. Laporan sebuah lembaga survei tahun 2013 menunjukkan 4.500.000 penduduk Turki merupakan orang-orang yang tidak beragama. Dari lembaga survei yang sama melaporkan bahwa pada tahun 2015 jumlah orang yang mengaku tidak beragama mengalami peningkatan menjadi sekitar 5.500.000 orang atau dengan kata lain 9,4% dari keseluruhan penduduk Turki adalah kaum tidak beragama. Dari 85% orang-orang yang mengaku tidak memiliki agama tersebut adalah golongan yang terbilang muda, yaitu dibawah umur 35 tahun. Karena mereka kerap mendapatkan sentimen negatif dari sebagian masyarakat Turki lain, komunitas orang-orang tidak beragama ini umumnya berkomunikasi satu sama lain melalui media internet. Di Turki terdapat sebuah organisasi bagi para kaum yang tidak mempercayai agama bernama Asosiasi Ateisme Turki (Ateizm Dernegi) yang didirikan pada tahun 2014. Organisasi ini adalah lembaga ateis pertama yang ada di kawasan Timur Tengah dan Kaukasus.

Diyanet dan Sekulerisme

sumber gambar: al monitor

Konstitusi Republik Turki menjamin kebebasan beragama bagi setiap warga negaranya dan hal ini merupakan salah satu amanat utama yang mesti dijalankan oleh pemerintah negara Turki. Meskipun Turki merupakan negara yang berpaham sekuler, tapi konstitusi Republik Turki juga membebaskan setiap warga negaranya untuk memilih kepercayaan, kebebasan beribadah, dan kebebasan menyebarkan informasi keagamaan. Namun, pada kenyataannya pemerintah Turki terkesan memaksakan beberapa larangan untuk mengekspresikan atau melaksanakan kegiatan praktis keagamaan bagi setiap warga negaranya. Contoh larangan-larangan tersebut adalah aturan yang melarang perempuan menggunakan hijab atau atribut keagamaan lainnya di tempat-tempat umum seperti kantor pemerintahan dan perguruan tinggi (larangan dicabut bertahap pada tahun 2008 hingga 2013). Aturan-aturan ini dibuat dengan alasan bahwa negara Turki menganut paham sekuler sehingga merupakan kewajiban pemerintah untuk menjauhkan urusan negara dan pemerintahan terhadap urusan keagamaan. 

Sementara negara sekuler lain memiliki sekolah agama dan sistem pendidikannya sendiri, Negara Turki justru mengatur dan memiliki hak penuh pada sistem lembaga pendidikannya. Di Turki para pelajar baru dapat menerima pendidikan agama setelah memasuki usia tertentu. Pembukaan sekolah atau perguruan agama secara swasta merupakan hal yang terlarang. Di Turki, sekolah agama harus berada dibawah kendali pemerintah. Pemerintah Turki membuat sekolah yang diperuntukkan untuk mendidik para calon imam yang akan bertugas di masjid-masjid seluruh Turki. Sekolah agama ini disebut dengan imam hatip lisesi. Sekolah ini mengajarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum lainnya. Sekolah imam hatip lisesi dibentuk untuk mencetak para imam atau pemimpin religius di lingkungan kecil masyarakat Turki. Lulusan sekolah imam hatip lisesi tidak dapat melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan para siswa di imam hatip lisesi memang sudah diorientasikan untuk terjun ke masyarakat sebagai imam dan ulama bukan untuk menjadi insinyur, dokter, hakim, ataupun profesi yang lain.

Pemerintah Turki mengurus urusan keagamaan Islam (sunni) penduduknya melalui sebuah lembaga negara yang dibawahi langsung oleh Perdana Menteri. Lembaga ini disebut dengan Direktorat Kementerian Urusan Keagamaan dan dalam bahasa Turki disebut Diyanet İşleri Başkanlığı atau populer dikenal dengan Diyanet saja. Diyanet mengemban tanggung jawab atas seluruh masjid (hanya masjid Sunni) di seluruh wilayah kedaulatan Turki. Diyanet memiliki wewenang untuk mengurus operasional masjid seperti merekrut pengurus dan imam masjid sebagai pegawai negeri sipil.

Sesuai dengan ketetapan konstitusi Turki, Diyanet memikliki kewajiban untuk "menjalankan tugas terkait dengan kepercayaan, ibadah, dan etika Islam, dan mencerahkan masyarakat mengenai agama mereka, dan mengelola tempat-tempat ibadah yang suci”. Diyanet juga bertanggung jawab atas khotbah jumat yang disampaikan oleh imam setiap minggu di masjid-masjid saat berlangsungnya ibadah salat Jumat. Terdapat sekitar 85.000 masjid di dalam wilayah negara Turki dan 2.000 masjid lain di luar negeri yang beroperasi di bawah pengawasan Diyanet. Diyanet menyediakan pendidikan Al-Quran untuk anak-anak dan melatih serta merekrut para imam sebagai pegawai negeri sipil untuk bertugas di masjid-masjid dibawah pengawasan pemerintah.Biaya operasional Diyanet İşleri Başkanlığı hanya diambil dari pajak dan sumbangan dari kalangan umat muslim sunni. Agama dan kepercayaan lain di Turki harus melakukan swadana untuk kebutuhan keuangan operasional kegiatan agama mereka.

Kebangkitan (Reformasi) Pendidikan Islam di Turki Modern

Sumber gambar: CNN

Jumlah sekolah berbasis agama pada saat ini meningkat tajam di Turki setelah kemunduran yang menurut Presiden Erdogan merupakan upaya pertahanan terhadap penurunan moral, namun oposisi mengatakan langkah ini mendorong negara menjadi lebih Islami.
Hampir satu juta anak mendaftar ke sekolah-sekolah "imam hatip" tahun ini, naik dari 65 ribu anak pada 2002 ketika Partai pimpinan Erdogan yang berbasis Islam pertama kali berkuasa.
Sekolah-sekolah ini memisahkan murid perempuan dan murid lelaki, dan 13 jam pelajaran agama Islam seperti bahasa Arab, al-Quran dan kehidupan Nabi Muhammad, selain pelajaran dalam kurikulum nasional Turki.

Reformasi yang dilakukan ini, bertujuan menyeimbangkan situasi setelah selama beberapa dekade sistem sekuler yang berkuasa.
Sekolah menengah berbasis keagamaan ditutup pada 1997 setelah ditekan dari militer yang beraliran sekuler setelah pemerintah yang berhaluan Islamis disingkirkan dari kekuasaan.
Pemerintah sekuler kemudian mencoba menekan sekolah keagamaan dengan mempersulit ujian masuk universitas agar murid sekolah agama terhalang untuk masuk.
Nilai masuk universitas pada 2011 diubah sehingga murid sekolah imam hatip tidak lagi kesulitan, dan larangan mengenakan jilbab untuk murid sekolah menengah dicabut.

Kursi mayoritas di parlemen membuat Erdogan bisa meloloskan perubahan besar pada 2012 yang meliputi antara lain pendidikan agama untuk anak usia sekolah menengah, setelah sebelumnya hanya bisa untuk anak usia sekolah menengah atas.
Sementara sejumlah langkah ini membuat marah lawan-lawannya yang sekuler, reformasi luas selama satu dekade terakhir ini membuat jumlah guru meningkat dan bertambahnya usia wajib belajar.

Mahasiswa Indonesia Melanjutkan Kuliah pada bidang Agama Islam di Turki

sumber gambar: iqna.ir

Satu pilihan bagi Mahasiswa Internasional jika ingin mengambil program studi Agama di Turki: Program Studi Ilahiyat. Apa itu Jurusan Ilahiyat? Ilahiyat, atau dikenal juga sebagai Teologi Islam atau Studi Islam (Dirosat Islamiyah), adalah jurusan yang mempelajari tentang ilmu-ilmu agama Islam. Program studi ini hampir tidak memiliki perbedaan dengan jurusan Ushuluddin (ilmu pilar-pilar agama). Fakultas/Kuliyah Ushuluddin di negara lain, biasa memecah cabang ilmu ini menjadi beberapa pilihan jurusan seperti: Aqidah dan Filsafat, Perbandingan Agama, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Ilmu Hadis, dan lainnya. Sementara di jurusan Ilahiyat, (khususnya program S1) dipelajari segala hal mencakup ilmu agama Islam, baik tafsir, hadis, sejarah Islam, hukum Islam, psikologi agama, sosiologi agama, tarbiyah, maupun ilmu kalam. Sementara penjurusan khusus baru ada di program S2.

Sampai saat ini jurusan Ilahiyat menjadi salah satu jurusan yang memiliki banyak peminat dari calon mahasiswa Turki bahkan calon mahasiswa dari luar Turki. Dan hampir semua universitas di Turki, memiliki jurusan Ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. 

Penggunaan Bahasa Turki pada pembelajaran Agama

Membuka gerbang pendaftaran universitas-universitas di Turki untuk warga negara asing (Non-Turki) adalah sebuah misi negara tersebut untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kebudayaan dan bahasa Turki untuk dunia internasional. Maka agar dapat diketahui bahwa pada umumnya Jurusan Ilahiyat (Dirosat Islamiyah) di Turki perkuliahan tidak disampaikan dalam bahasa Arab.

Sumber gambar: sksg UI

Kampus-kampus yang memiliki jurusan ilahiyat yang populer, namun bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Turki, antara lain: Ankara University, Istanbul University, Sakarya University, Erciyes University, Marmara University dan masih banyak lagi.

TÖMER adalah sertifikasi bahasa Turki yang digunakan sebagai persyaratan masuk kuliah atau sekolah di Turki, tanpa kecuali. Saat kita ingin melanjutkan kuliah ke Turki, TÖMER merupakan salah satu persyaratan yang tidak boleh terlewatkan. Jadi, mau tidak mau kamu harus belajar bahasa Turki dulu di tahun pertama, dan baru bisa mulai kuliah di tahun berikutnya. Walaupun Turki merupakan salah satu negara tujuan wisata yang banyak diminati, namun kemampuan bahasa Inggris masyarakat Turki sangat rendah. Sama halnya dengan status turki dengan mayoritas muslim, namun kemampuan bahasa arab masyarakat Turki pun sangat rendah.

TÖMER singkatan dari Türkçe Öğrenim, Araştırma ve Uygulama Merkezi yang merupakan sebutan untuk Pusat Penelitian dan pembelajaran Bahasa Turki. Tujuan pendirian TÖMER adalah untuk mengajarkan bahasa Turki kepada semua orang yang ingin melanjutkan Pendidikan dan bekerja di Turki. 

Biasanya di setiap Universitas terutama Universitas Negeri memiliki gedung TÖMER sendiri. Setelah Mahasiswa telah menyelesaikan TÖMER, akan mendapatkan sertifikat yang akan digunakan untuk melengkapi persyaratan masuk perkuliahan.
Secara umum, setiap kampus di Turki biasanya memiliki keperluan skor TÖMER masing-masing. Jika mahasiswa tersebut mengikuti TÖMER di kampus yang berbeda dengan kampusnya biasa pihak kampus akan mengadakan ujian penyetaraan.

Khazanah keilmuan Islam banyak ditulis dalam bahasa Arab. Kenyataan ini menegaskan bahwa bahasa Arab menjadi pengantar keilmuan, yang bersumber oleh al-Qur’an dan penulisan hadis. Pentingnya kemampuan para penuntut ilmu (mahasiswa) di Indonesia dalam berbahasa Arab, akan menjadi satu hal yang berpengaruh pada bagaimana mereka memahami literasi ilmu keislaman dan khazanah keilmuan islam. 
Beberapa Universitas di Turki yang memberikan pengajaran Ilahiyat dengan full berbahasa arab, satu di antaranya adalah: Ağrı İbrahim Çeçen Üniversitesi (tersedia jurusan Syariah dan Tafsir Al Qur'an)

sumber gambar: alphaomega

3 (tiga) Cara Mendaftar Kuliah di Turki

Terdapat setidaknya 3 (tiga) cara mahasiswa Indonesia melanjutkan studi belajarnya di Negara Turki.

1. Beasiswa Pemerintah Turki

Tujuan dari program beasiswa-beasiswa ini adalah Pemerintah Turki ingin memberikan kesempatan kepada para pelajar internasional untuk memperoleh pendidikan di universitas terbaik di Turki dan mempererat hubungan persahabatan antar negara. Beasiswa-beasiswa ini juga merupakan suatu upaya misi kebudayaan bangsa Turki untuk dapat mengharumkan negaranya di dunia pendidikan internasional: memperkenalkan bahasa dan budaya Turki menggunakan pada perwakilan negara yang menerima manfaat beasiswa. Penerima dan lulusan sebuah beasiswa inipun bertransformasi menjadi "duta" budaya dan pendidikan Turki ke negara asalnya.

1.a. YTB - Turkiye Burslari Scholarship (Beasiswa Pemerintahan Turki)

Beasiswa Turki atau Turkiye Burslari Scholarships (YTB) merupakan program beasiswa fully funded yang ditawarkan oleh Pemerintah Turki kepada para pelajar dan mahasiswa Internasional, termasuk dari Indonesia untuk melanjutkan studi S1, S2, S3 di Turki.
Saat ini, beasiswa YTB telah memiliki jaringan alumni lebih dari 170.000 orang yang berasal dari 160 negara diseluruh dunia, dimana mereka saling terhubung antar sesama alumni dengan berbagai profesi. Beasiswa ini menjangkau 105 Universitas dan 55 kota di Turki.
Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan antara lain:

  • Telah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya (SMA untuk S1, S1 untuk S2, dan S2 untuk pelamar S3)..
  • Berusia maksimal 21 untuk pelamar S1, maksimal 30 untuk pelamar S2 dan maksimal 35 untuk pelamar S3.
  • Dan beberapa berkas persyaratan lain yang bisa dicek pada web pendaftaran apabila masa pendaftaran sudah dibuka.
  • Web dan formulir pendaftaran https://www.turkiyeburslari.gov.tr/
  • Tipikal waktu pendaftaran: Pertengahan Januari hingga pertengahan Februari tiap tahun (saat ini sedang dibuka).
  • Artikel minhatiy.com yang mempublikasikan pendaftaran pada tahun 2024 ini: Klik di sini. (Deadline 20 Februari 2024).
  • YTB Mentorship yang diselenggarakan oleh StudyGo (endorse tidak dibayar). Bisa klik di sini.

1.b. TDV - Turkiye Diyanet Burlari (Beasiswa Keagamaan Turki)

TDV adalah Beasiswa program keagamaan Islam di Negara Turki yang merupakan Program International Islamic Theology Undergraduate Diyanet Scholarships, ditawarkan bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat untuk melanjutkan kuliah S1 ilmu agama islam (jurusan Ilahiyat) di Turki. Ilahiyat, atau dikenal juga sebagai Teologi Islam atau Studi Islam, adalah jurusan yang mempelajari tentang ilmu-ilmu agama Islam.

Berbeda dengan Beasiswa YTB Turki yang menyediakan berbagai fakultas dan jurusan. Dalam Beasiswa S1 Turki oleh TDV, penerima beasiswa hanya dapat memilih jurusan Ilahiyat / Teologi Islam (Islamic Theology) yang meliputi: Ilmu Dasar Islam, Studi Agama dan Filosofi, serta Seni dan Sejarah Islam. Sebelum perkuliahan, peserta diwajibkan untuk mengikuti kelas bahasa Turki (TÖMER/ERSEM) terlebih dahulu selama setahun secara gratis.

Cakupan Beasiswa:

  1. Gratis biaya perkuliahan hingga lulus termasuk kursus bahasa Turki (TÖMER) dan kursus bahasa Arab.
  2. Tunjangan setiap bulan.
  3. Tiket pesawat PP Indonesia-Turki setiap tahun.
  4. Tempat tinggal berupa asrama dengan fasilitas makan 3x sehari, dsb.
  5. Asuransi kesehatan.
  6. Gratis camp musim panas dan musim dingin (berisi tambahan kursus bahasa Turki, bahasa Arab, termasuk kegiatan olahraga, renang, dan rekreasi lainnya)
  7. Berbagai kegiatan lainnya, seperti: Studi Ekskursi pada situs bersejarah dan kota lainnya, Piknik dan berbagai aktivitas sosial, Konferensi, Simposium, Penelitian Akademik, dll.

Persyaratan Pendaftar:

  1. Maksimal berusia 21 tahun.
  2. Merupakan lulusan SMA/SMK/Sederajat atau pelajar kelas 12 dengan hasil akhir yang baik (minimal 70% dari nilai maksimal. Misal: nilai minimal 70 apabila standard nilai maksimal adalah 100).
  3. Tidak pernah mengulang atau dikeluarkan dari sekolah.
  4. Tidak pernah mendapatkan hukuman/Surat Peringatan (SP) dari sekolah.

Bagaimana cara mendaftar?

  • Artikel minhatiy.com yang mengulas pendaftaran pada tahun 2024: Klik di sini.
  • Waktu Pendaftaran: 15 Januari 2024 sampai dengan 29 Februari 2024.


2. Kuliah ke Turki dengan Pendaftaran melalui Agensi atau Mediator (bukan Beasiswa)

Selanjutnya, kami akan merekomendasikan beberapa agensi yang layak kamu pertimbangkan untuk membantu proses pendaftaranmu di negara Turki, endorse dari kami ini tidak dibayar oleh pihak agensi, dan mereka tidak memiliki hubungan apa-apa dengan penulis atau web minhatiy ini.

Markaz Arabiyah - Pare

Apakah kamu ingin mempelajari bidang studi Agama Islam? Maka penguasaan bahasa Arab sangatlah penting. Triknya adalah mencari Universitas berkualitas baik di Turki dengan jurusan atau program studi yang menggunakan Bahasa Arab sebagai pengantar perkuliahan. Dan Ağrı İbrahim Çeçen Üniversitesi (tersedia jurusan Syariah dan Tafsir Al Qur'an) adalah salah satu universitas yang menyediakannya.

Kenapa melalui Markaz Arabiyah di Pare? Karena Markaz Arabiyah adalah agensi yang memberikan pelayanan pendaftaran pada kampus tersebut dengan jurusan di atas. Markaz Arabiyah ini termasuk markaz terpopuler di Pare dalam penanganan kursus Bahasa Arab dan pemberangkatan/pendaftaran kampus timur tengah seperti: Mesir, Turki dan Yaman.

Informasi lebih detail mengenai profil lembaga ini dapat melihat ke web resmi mereka di:

Informasi Pendaftaran Program persiapan dan pengiriman Mahasiswa ke Turki dengan tujuan kampus Ağrı İbrahim Çeçen Üniversitesi oleh Konsultan Mediator Markaz Arabiyah pada 2023 dapat melihat publikasi berikut :
  
Narahubung (Contact Person): Muhammad Akmal Khairullah wa.me/6281317208620
atau ikuti program "Minhah Turki" mereka di tautan ini.

StudyGo !

StudyGo merupakan lembaga legal, berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI sebagai PT. Asia Global Trade yang mendedikasikan dirinya sebagai sarana untuk membantu mewujudkan cita-cita banyak siswa/i Indonesia untuk bisa melanjutkan study di luar negeri, termasuk Turki.

Kenapa melalui StudyGo? Sama seperti agen-agen dan jasa konsultansi sebelumnya, Agensi ini termasuk agensi terbesar di Indonesia yang mengirimkan mahasiswa Indonesia ke Turki dengan jumlah yang banyak.

Tidak hanya mendapatkan pendampingan hingga lolos di Kampus tujuan saja, kamu pun juga akan mendapatkan berbagai pelayanan lengkap hingga pasca kedatangan di Turki seperti tempat tinggal, pembuatan izin tinggal (ikamet), kursus bahasa Turki secara intensif dan masih banyak fasilitas lainnya. Semua program unggulan ini bisa kamu dapatkan di StudyGo.

Bagi kalian yang ingin Kuliah di Turki tetapi masih bingung mencari lembaga yang tepat maka StudyGo dengan programnya Kuliah di Turki Bergaransi menawarkan banyak keuntungan yang bisa kalian dapatkan tentunya dengan biaya yang sangat terjangkau. Disini banyak mentor berpengalaman yang akan membantu kamu untuk persiapan Kuliah di Turki sehingga bisa merasa lebih aman dan nyaman untuk kuliah di Turki.

Biaya dan Teknisnya, Silahkan secara mandiri mencari tahu informasi ke web resmi mereka di:


3. Pengajuan Pendaftaran Secara Mandiri (bukan Beasiswa)

Siapa sangka, menjalani hidup di Turki cukuplah mudah karena biaya hidup yang perlu kamu keluarkan relatif murah dan tak sebanding dengan kualitas yang akan kamu dapatkan selama berada di Turki. Selain itu, jika kamu tertarik kuliah di luar negeri, maka hanya turki yang menawarkan biaya hidup yang tergolong murah di antara negara lainnya.

Alasan lain yang menyebabkan banyak mahasiswa internasional yang melanjutkan studi di Turki ialah karena biaya kuliahnya pun yang relatif terjangkau. Untuk masuk kampus di Turki, mahasiswa tidak dikenakan uang pangkal dan SPP per semester pun banyak yang di bawah 3 juta rupiah (kecuali kedokteran). Hal ini dikarenakan biaya pendidikan disubsidi pemerintah hingga 90 %.

Cara mendaftar kuliah di Turki yang lain adalah dengan jalur mandiri dengan memberikan berkas ke kampus. Jalur berkas itu sama artinya dengan kamu mengurus sendiri dari A-Z dengan biaya sendiri.

Berkas yang perlu dipersiapkan adalah berkas-berkas yang dipersyaratkan Universitas tujuan. Rata-rata universitas diatas membutuhkan ijazah atau surat keterangan lulus yang telah diterjemahkan ke bahasa turki. Selain itu kamu juga harus melampirkan transkrip nilai SMA kamu.

Nilai yang kamu miliki kemudian berkompetisi dengan para pendaftar yang lain. Jika nilai yang kamu miliki, termasuk di atas nilai minimal yang mereka syaratkan, maka kamu bisa mendapatkan kursi di universitas.
Standar nilai yang akan ditetapkan bergantung pada fakultas yang kamu ambil. Misalnya untuk bisa masuk ke fakultas kedokteran, kamu harus memiliki nilai rata-rata minimal 90.

Tentu saja cara ini (mendaftar sendiri) jauh lebih sulit daripada 2 cara yang lain, karena banyak sekali proses dan persyaratan yang harus kamu lalui. Misalnya legalisir dokumen di berbagai instansi pemerintah di Indonesia dan di Turki. Akan sangat memakan waktu, tenaga dan biaya jika kamu mengerjakan semuanya sendiri. Belum lagi pengurusan berbagai hal di Turki. Jika kamu belum bisa bahasa Turki, kamu akan sangat kesulitan dalam berkomunikasi dalam hal mengurus administrasi. Pasalnya, masyarakat Turki jarang yang bisa berbahasa Inggris.

Jika kamu punya relasi di Turki, misalnya kakak kelas, teman, atau saudara yang bisa membantu kamu untuk mendaftar kuliah di Turki, maka bisa jadi kamu tidak perlu jasa agen. Pendaftaran kuliah di Turki sangat berkaitan erat dengan bantuan pihak Turki. Maka biasanya setiap agen punya tim yang berada di Turki, yang memiliki tugas-tugas tertentu untuk memastikan proses pendaftaran bisa berjalan dengan baik.

Jika kamu memiliki kemampuan bahasa Turki minimal level B1 atau B2, kamu bisa mencari informasi tentang pendaftaran kuliah di Turki sendiri tanpa bantuan agen. Kenapa? Karena hampir semua informasi yang diberikan oleh universitas dan instans terkait dengan bahasa Turki. Apakah bisa dengan bahasa Inggris? Pengalaman kami lebih mudah dengan bahasa Turki. Menu dengan bahasa Inggris terkadang kurang update. Untuk berkomunikasi dengan pihak universitas juga baiknya dengan bahasa Turki, walau pun tidak menutup kemungkinan untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Jika kamu tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kamu punya kesempatan untuk mengurus dokumen-dokumen kamu sendiri di instansi terkait. Walau pun agak ribet, tapi ini adalah prosedur yang harus dilalui. Misalnya kamu harus legalisir dokumen di Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Turki dan lain sebagainya. Yang mana semua instansi tersebut terletak di Jakarta. Jadi kamu harus siap bolak-balik misalnya ada persyaratan yang kurang.

Informasi lebih detaill tentang kuliah di Turki secara mandiri, pelajar Indonesia dapat memanfaatkan web resmi Kementerian Pendidikan di Turki sebagai platform informasi perkuliah di turki berikut: https://www.studyinturkey.gov.tr/


sumber gambar: Study in Turkey





Komentar